A Heavy Coffee Drinker

Perlunya Menjadi Guru Cakap Teknologi di Era Digital

Tiap profesi tentunya menuntut kita untuk selalu maju dan berkembang, tidak terkecuali profesi sebagai seorang guru. Perkembangan zaman yang kian pesat menjadikan kebutuhan untuk menguasai teknologi tidak bisa ditawar lagi. Lalu, seberapa krusial teknologi dapat menunjang proses belajar-mengajar? Dan seberapa penting untuk menjadi guru cakap teknologi? Rupanya kemajuan teknologi yang masif mampu membantu para tenaga pengajar dalam menyampaikan materi dengan lebih efektif. 

Selain penggunaan peranti keras seperti komputer, laptop, dan ponsel pintar, kini guru juga harus piawai mengoperasikan beragam aplikasi yang menunjang profesinya sebagai pengajar. Guru yang mampu mengadaptasi teknologi bisa mengoptimalkannya tidak hanya sebagai sarana berkomunikasi, tetapi juga penunjang pengayaan pemahaman, pengasahan kreativitas siswa, dan pengembangan potensi. Kondisi pandemi Covid-19 menjadi contoh nyata bagaimana keadaan ‘memaksa’ kegiatan pengajaran memanfaatkan teknologi dengan sederet aplikasi yang wajib dikuasai seperti Zoom, Microsoft Teams dan Google Classroom. 

Aktivitas mengajar sendiri bukanlah sekadar suatu kegiatan menyampaikan materi kepada siswa. Lebih dari itu, mengajar berarti guru sedang membangun hubungan dengan siswa-siswanya. Hubungan yang kuat antara guru dan siswa dapat dicapai melalui cara-cara mengajar yang lebih kreatif, inovatif dan komunikatif. Karena pengajaran yang tidak monoton akan lebih memudahkan dalam mencapai tujuan belajar. 

Lantas apa saja teknologi yang perlu dikuasai oleh seorang guru? Tidak ada jawaban mutlak untuk hal tersebut karena kembali pada kebutuhan dari masing-masing guru. Sebagai contoh, kemampuan membuat dan mengedit video sederhana dapat membantu guru membuat sebuah video berisi instruksi atau alat peraga. Hal ini  dapat menjadikan proses pengajaran di dalam kelas lebih efektif dan efisien. 

Kemudian jika berbicara tentang media sosial, bukan hal asing apabila mayoritas guru memiliki akun media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube. Namun belum semuanya dapat mengoptimalkan akun masing-masing. Padahal media sosial merupakan kesempatan baik untuk berjejaring dengan rekan sesama guru, menemukan forum dan komunitas pendidikan atau membangun personal branding.  Hal ini sungguh jauh berbeda dengan zaman ketika media sosial belum seramai sekarang. Cukup sulit bukan untuk menjalin kontak dengan rekan guru di daerah lain? 

Agar guru-guru memiliki kecakapan teknologi yang dibutuhkan sudah pasti perlu adanya program untuk meningkatkan kompetensi guru yang digarap secara serius dan berkesinambungan. Kunci keberhasilan untuk mencapai kecakapan teknologi ini yaitu mulai dengan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak segan bertanya. 

 

Leave a comment

Your email address will not be published.