A Heavy Coffee Drinker

Merekap Tahun 2020 (Versi Saya) 

Aaah kenapa ya otak saya suka nggak sinkron. Haha. Jadi tuh kadang lebih enak menjelaskan sesuatu pakai broken english padahal butuh pakai Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Giliran butuh berbahasa Inggris tiba-tiba lenyap aja gitu semua kosakata. Dan gara-gara suka mixing Bahasa ini saya beneran pernah dikira anak Jakarta Selatan padahal mah Korea Selatan kumaha ieu. Jadi ceritanya saya ingin sedikit merekap tahun 2020 ini, tentunya dengan versi saya sendiri.

Oiya biasanya tanpa sengaja sejak tahun kemarin saya punya tema tertentu untuk menjalani tahun tersebut. Tema tahun 2019 kemarin adalah INVESTASI. Apakah investasi ini berarti dalam bentuk materi, sebagian iya, seperti ya mulai memaksakan diri lagi buat beli segala macam instrumen investasi seperti reksadana, emas, saham, surat berharga dan deposito. 

Wow kaya raya sekali saya! Haha. Amin dulu. Sebenernya jumlahnya nggak banyak tapi saya tipikal yang suka mendiversifikasi recehan-recehan  yang belum seberapa ini. Suka nyoba-nyoba biar tahu. Yaaaa meskipun yang namanya investasi sudah pasti ada untung dan ruginya. Lalu lalu selain investasi dalam bentuk materi tadi, menurut saya investasi juga banyak bentuk lainnya. Seperti investasi pada kesehatan, pada pertemanan juga pada kebaikan :p 

Bagaimana dengan tahun 2020? Di akhir tahun 2019 karena sudah ada beberapa hal yang saya rencanakan untuk awal 2020 saya memutuskan mengambil tema BELAJAR atau bahasa Jawanya LEARNING. And now, it’s almost the end of the year. How do I describe my 2020? Hmmmm… In one word, it’s thrilling! 

I’m being criticized, people being so mean, mentally attacked in a row, but deep down inside still i’m grateful for every single precious experience. 

Nah kayaknya ketika saya bilang tahun belajar, rupanya disini bukan cuma belajar technical skills aja. Tapi juga dikasih kesempatan belajar kehidupan. UWOOO… Oh tentu saja saya juga unlocked several technical skills baik yang direncanakan maupun tidak direncanakan. 

Secara garis besar inilah hal-hal yang sempat saya pelajari (dan kuasai) selama tahun 2020:

  • Belajar tentang perkembangan layanan fintech dari berbagai layanan pos se-Asia Pasifik
  • Ambil kursus intensif Digital Marketing dengan membobol tabungan  T____T
  • Belajar membuat filter Instagram menggunakan Adobe Spark AR
  • Belajar mengoperasikan program  System Application and Processing (SAP)
  • Uncountable series of Webinars (blame the pandemic!)

Justru yang belum kesampaian malah belajar Bahasa Inggris (pardon my laziness) sama jadi berkurang ngedengerin podcast (thanks to all of the good series offered by Netflix).

It’s been a crazy and tiresome year. But who didn’t get hit hard by the pandemic?

Banyak yang bilang 2020 itu bercandanya kelewatan. 

Pelajaran kehidupan yang saya sebutkan tadi juga semacam menguji kewarasan saya. Tapi saya selalu bangga dengan diri sendiri karena kekuatan mental yang saya miliki. It’s getting stronger and stronger thou. Kesel? Pasti. I’m still an ordinary human after all. But I manage coping with all of that and I’m OK. Justru yang nggak oke pas awal pandemi dan kebanyakan terekspos sama berita negatif jadi sempet kena panic attack. Huh. It’s not cool at all. 

Di awal tahun saya sangat optimis bahwa tahun 2020 akan menjadi tahun saya. Because everything seems so promising yet uprising. LOL. Ternyata tahun 2020 saya isinya, 

Januari 

Februari 

Cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, di rumah aja.

Desember. 

Apakah saya menyesal? Nggak sama sekali. Ada sih penyesalan lebih kepada sikap satu dua orang yang saya sayangkan. Yang membuat saya kehilangan squad terbaik. Tapi yeah namanya juga hidup. Seperti prinsip saya, people stay for good or leave for good. Both of them are equal ya. Nggak ada mana yang lebih baik darimana. Semua keputusan dan kebijakan ada pros cons-nya kan. Nggak mungkin kita memuaskan semua orang.

We can’t control others, the only thing we can control is ourselves. 

Lalu bagaimana dengan 2021? 

Saya sudah menentukan temanya. 

Pay it forward atau give it back. 

Let me give as much as I could to help others. Karena kalau dipikir-pikir banyak orang baik yang sudah membantu dan menguatkan. Bahkan orang yang tidak disangka-sangka. Jadi tidak ada salahnya kalau saya juga membantu orang lain sebanyak-banyaknya kan. Bantuan itu ya nggak kudu materi, bisa juga berupa ilmu atau wejangan. Wejangan udah kek mbah-mbah aja. 

 

Thank you for this amazing year! Thank you God for letting us stay alive and healthy. Please protect and guide us in the future. Amin. 

Let’s move forward.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *