Jadi Pahlawan Ekonomi Melalui Investasi Bersama Amartha 

Jadi Pahlawan Ekonomi Melalui Investasi Bersama Amartha
BlogLeave a Comment on Jadi Pahlawan Ekonomi Melalui Investasi Bersama Amartha 

Jadi Pahlawan Ekonomi Melalui Investasi Bersama Amartha 

Bagi para pecinta drama Korea (seperti saya), salah satu drama yang sedang ramai diperbincangkan saat ini berjudul ‘Start-Up’. Dalam drama tersebut diceritakan bahwa anak-anak muda yang sedang memulai usaha rintisan ini sibuk mencari investor kesana-kemari untuk mendanai proyek mereka. Nah, percaya nggak kalau nggak perlu nunggu jadi jutawan dulu atau jadi komisaris, kita juga  bisa lho jadi investor. Serius? Iya serius. Caranya juga gampang.Tapi tunggu dulu, saya jelaskan pelan-pelan. 

Jadi ceritanya bulan Oktober setiap tahun diperingati sebagai bulan inklusi keuangan. Momennya cocok nih buat membahas inklusi dan investasi keuangan. Inklusi keuangan sendiri itu artinya apa? Secara gampang inklusi keuangan dapat diartikan sebagai kemudahan masyarakat untuk mendapatkan akses ke layanan keuangan. Yang dimaksud layanan keuangan di sini meliputi tabungan, transaksi pembayaran, asuransi, remitansi termasuk kredit atau pembiayaan.

Inklusi Keuangan Untuk Kesejahteraan Indonesia
Sumber Gambar : Amartha

Kalau untuk kita-kita yang tinggal di kota besar, akses ke layanan keuangan pasti jauh lebih mudah. Rata-rata dari kita merupakan pengguna ponsel pintar, jaringan internet juga lancar. Berbeda halnya dengan masyarakat yang tinggal di rural area. Tentunya bagi mereka tidak semudah itu bertransaksi keuangan seperti masyarakat perkotaan. 

Salah satu akses keuangan yang cukup sulit didapat masyarakat desa alias rural dengan masyarakat kota yaitu permodalan. Misalnya sebut saja ada Bu Nanik yang ingin berjualan makanan sayangnya Bu Nanik belum punya modal. Bisa saja mendapatkan modal dengan cara pinjam. Tapi pinjam di bank atau koperasi tidak semudah itu, perlu yang namanya jaminan dan syarat-syarat lain yang tidak bisa dipenuhi Bu Nanik. Hu hu. Gimana dong? Nah di sinilah kita bisa jadi pahlawan (yang bukan kesiangan) untuk menolong Bu Nanik mendapatkan modal. Kita bisa berperan sebagai investor seperti yang sudah saya sebutkan tadi di atas. 

Hei aku kan nggak kenal Bu Nanik dan teman-temannya yang butuh modal. Gimana caranya aku bisa meminjamkan uang? Untuk itulah hadir layanan  fintech yang menjembatani antara pemilik uang dan para peminjam, salah satunya Amartha. Layanan fintech pendanaan atau lebih dikenal dengan sebutan peer-to-peer (P2P) lending sendiri macam-macam bentuknya. Ada yang untuk pembelian konsumtif, ada yang berupa invoice financing, atau pendanaan UMKM. Tentunya nih tiap layanan fintech tersebut punya risiko dan benefitnya masing-masing. 

As a millennial jika kita punya uang berlebih, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan berbagai jenis investasi. Seperti istilah ‘don’t put your eggs in one basket’. Melakukan diversifikasi investasi menjadi sebuah pilihan bijak. So, setelah berinvestasi reksadana, saham dan emas kenapa tidak mencoba berinvestasi di layanan P2P lending. Tapi yang perlu digaris bawahi, dibold dan distabilo wajib HATI-HATI memilih platform investasi. 

 

Tips Memilih Platform Investasi 

Lakukan Ini 

  • Pastikan bahwa tempat kamu akan berinvestasi terdaftar dan sudah mendapat izin resmi dari OJK. Untuk mengeceknya kalian bisa buka situs resmi OJK atau hubungi layanan call center OJK di nomor 157. 
  • Cek apakah tempat kalian berinvestasi menawarkan layanan asuransi. Tentunya untuk mitigasi risiko seperti gagal bayar, atau kondisi tak terduga misalnya peminjam yang mengalami musibah atau meninggal dunia.
  • Dalam berinvestasi di platform fintech peer-to-peer (P2P) lending, kamu juga harus mengetahui apakah ada jaminan keamanan teknologi dari perusahan tersebut. Jangan sampai data pribadi dan data transaksi kita bocor. Amit-amit banget kan?

 

Jangan Lakukan Ini 

  • Berinvestasi kucing dalam karung. Kasihan kucingnya nggak bisa napas. Jangan sampai berinvestasi yang kita nggak tahu skemanya seperti apa, jenis usahanya yang mau dimodali itu apa. Pokoknya iya-iya aja nggak ngecek kredibilitasnya. 
  • Tergiur return atau bagi hasil yang too good to be true. Jangan sampai nih karena ada yang menawarkan bagi hasil gede banget terus kita kena bujuk rayu iming-iming. Tetap harus gunakan logika. Dan ingat, namanya investasi itu rumusnya dimana-mana sama, high risk high return. 

 

Coba Ini 

  • Cari info sebanyak-banyaknya tentang calon platform investasi kalian. Bisa minta testimoni teman yang sudah terlebih dahulu menggunakan. Atau tonton reviewnya di Youtube, supaya kalian mendapat insight. 
  • Setelah mengumpulkan informasi dan mempelajari, kini waktunya jadi pahlawan di negeri sendiri dengan berinvestasi melalui Amartha. Kamu nggak perlu pakai baju tentara atau menghunuskan bambu runcing kok buat jadi pahlawan.

Ssst… dengan kondisi pandemi seperti ini tidak ada yang lebih baik selain bahu-membahu supaya roda perekonomian Indonesia tetap berputar. Sekarang bayangin, dengan #MenjadiAmartha kita nggak cuma dapet cuan tentunya tapi juga turut jadi bagian dalam membantu meningkatkan taraf hidup ibu-ibu di daerah rural. Sedikit uang yang kita pinjamkan, ternyata berdampak besar dan sangat berarti bagi orang lain. Bangga nggak tuh

Anyway, Selamat Hari Pahlawan! 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top