Green Jobs: Profesi Seksi sebagai Solusi Selamatkan Bumi 

Green Jobs di Indonesia
BlogLeave a Comment on Green Jobs: Profesi Seksi sebagai Solusi Selamatkan Bumi 

Green Jobs: Profesi Seksi sebagai Solusi Selamatkan Bumi 

Halo!

How are you readers? Masih konsisten buat mematuhi protokol kesehatan kan? Good!
Bosen karena mobilitas terbatas? Sama! Hoho. 

Nah, saya lagi pengen membahas tentang profesi dan lapangan pekerjaan di Indonesia. Postingan ini bakalan cocok buat kalian kaum-kaum yang sedang bingung mau milih jurusan kuliah apa, yang sedang kuliah dan masih belum tahu setelah kuliah mau ngapain, yang sedang bingung cari kerja atau yang sudah kerja tapi sedang mempertimbangkan buat switching career into something else. 

Banyak yang bilang cari kerja itu susah, pendapat ini bukanlah hal baru. Cari kerja apalagi yang sesuai dengan maunya kita memang tidak pernah mudah.Eh ditambah lagi sekarang ada pandemi. Duh jadi gimana dong? Apa kabar yang belum lulus kuliah? Bakalan bisa dapet kerja nggak nih? Hmm… jangan pesimis dulu. Karena pasti ada jalan buat sampai ke tujuan. Sadar nggak, kalau tren pekerjaan selalu berubah dari masa ke masa. Karena kebutuhan akan profesi tertentu disesuaikan juga dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Coba bayangkan, sepuluh tahun yang lalu siapa yang menyangka akan muncul pekerjaan sebagai admin media sosial? Akan muncul profesi sebagai seorang influencer? Memang kalau nggak well adaptable dengan perubahan kita jadi ketinggalan. Pekerjaan di bidang teknologi memang sedang banyaknya dicari saat ini. Sssst, tapi tahu nggak, bukan cuma bidang teknologi aja lho yang sedang seksi, ada satu bidang pekerjaan baru yang saat ini mungkin masih belum banyak yang familiar tapi menjanjikan kesempatan seluas-luasnya. It’s what we called GREEN JOBS

Hah pekerjaan hijau? Iyaaa kalau diartikan secara tekstual memang bahasa Indonesianya green jobs itu pekerjaan hijau. Tapi apa sih green jobs sebenernya? 

Jadi istilah green jobs ini dicetuskan pertama kali  oleh International Labour Organization (ILO) yaitu organisasi buruh dunia yang merekomendasikan pentingnya lapangan kerja yang layak dan ramah lingkungan sehingga mampu mewujudkan pelestarian lingkungan. Inisiatif green jobs ini sendiri sudah cukup lama, yaitu sejak tahun 2007 melalui kemitraan yang dibentuk antara ILO,Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme) dan Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (International Trade Union Confederation). Pada tahun 2008 Organisasi Pengusaha Internasional (International Organization of Employers) menyusul bergabung dengan prakarsa ini.

Oke, terus kenapa kita harus mempertimbangkan green jobs ini? 

Sederhananya, karena bumi membutuhkan kita. Coba lihat sekeliling kita, banyak banget masalah yang berkaitan dengan lingkungan. Bukannya selesai makin hari makin nambah masalahnya. Mulai dari banjir, iya banjir yang melanda banyak daerah di Indonesia sejak awal tahun 2021 ini yang merupakan akibat dari perubahan iklim (climate change). Kemudian masalah klasik lainnya yaitu sampah yang menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa sampah di Indonesia mencapai 68 juta ton di tahun 2019. Sampah plastiknya sendiri diperkirakan akan mencapai 9.52 ton. Angka yang sangat tinggi dengan kenaikan signifikan sekitar 1 ton per tahun. Belum lagi cadangan energi fosil di Indonesia yang kian hari kian menipis, padahal kita sangat bergantung pada konsumsi energi fosil sebagai penunjang aktivitas. Nah lho … Secara garis besar lingkungan kita sudah rusak parah dan bumi kita tidak baik-baik saja. Ini bukan cuma terjadi di Indonesia saja lho, melainkan di seluruh belahan dunia. Perubahan iklim merupakan hal yang tidak mungkin dihindari, sementara itu nggak mungkin kita tetap melakukan cara-cara lama jika ingin menyelamatkan bumi. Makanya perlu banget untuk segera beralih ke green jobs sebagai wujud aksi nyata.

Emang seberapa besar sih peluang green jobs untuk anak muda di Indonesia? Kok kayaknya masih jarang kedengeran ya?

Kalau bicara tentang peluang, tentunya besar banget. Memang sih yang disayangkan sosialisasi green jobs ini masih kurang. Sehingga kesannya hanya untuk kalangan tertentu saja. Juga cenderung dianggap ndakik-ndakik. Padahal sekarang ini pekerjaan-pekerjaan berbasis green jobs sudah semakin di depan mata lho.

Contohnya saja pengembangan mobil listrik yang sedang gencar dilakukan. Nah, komponen seperti baterai tentunya butuh untuk diproduksi dong. Artinya akan butuh tenaga dengan keahlian baru yang mengerti tentang mobil listrik, komponen-komponennya, serta perawatan dan perbaikan mesinnya. Selain mobil listrik, masyarakat urban juga mulai tertarik dengan pemasangan solar panel. Tentunya solar panel ini memerlukan tenaga ahli untuk pemasangan dan perawatannya. Tahun 2030 nanti diproyeksikan akan ada 942.663 lapangan pekerjaan tersedia untuk pengembangan energi surya dan energi hidro di Indonesia. 

Menurut data dari SAKERNAS (Survei Angkatan Kerja Nasional) oleh Biro Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan lebih dari 200.000 tenaga kerja di sektor pengelolaan sampah, seperti daur ulang dan jasa pembersihan sampah dalam kurun tahun 2012 sampai 2018.

Sementara itu data lain dari Kementerian Perindustrian tahun 2020 menyebutkan industri daur ulang berpotensi menciptakan 1.000 perusahaan baru dan penyerapan lebih dari 3 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Kemudian laporan World Employment & Social Outlook (WESO) ILO tahun 2018 juga menyebutkan bahwa Indonesia termasuk negara Green Jobs’ Hotspot. Artinya jika negara-negara Asia-Pasifik termasuk Indonesia mampu berkomitmen menerapkan energi terbarukan maka di tahun 2030 akan ada 14,2 juta lapangan pekerjaan tersedia, termasuk di Indonesia. 

Green Jobs Peluang Kerjanya Anak Muda untuk Indonesia Lebih Bersih
Potensi Green Jobs di Berbagai Negara

Wah mulai menarik nih. Terus kalau pengen terjun ke green jobs mulai darimana dong?

Tentunya mulai dari mencari informasi sebanyak-banyaknya. Kira-kira kamu tertarik untuk terjun di bidang apa nih. Kalau secara garis besar akan ada 3 bidang utama yang memerlukan banyak tenaga kerja green jobs yaitu sektor energi, pertanian dan kehutanan. Jika kalian saat ini sedang mempersiapkan diri untuk masuk kuliah, maka kalian bisa memilih jurusan yang relate dengan 3 bidang tersebut. Sedangkan kalau kalian sudah masuk kuliah, maka kalian bisa menambah atau memperdalam skill set kalian supaya bisa masuk ke area green jobs setelah lulus kuliah nanti. Nah, gimana kalau yang sudah kerja, tentunya ada peluang juga untuk switching career. 

Buat mulai merambah ke green jobs saya beri rekomendasi melalui tiga cara, yaitu: 

  • Menciptakan sendiri peluang kerja di bidang green jobs. 

Jika kalian punya ide brilian, punya modal yang cukup dan pengen berwirausaha. Kenapa tidak mencoba jadi seorang eco-preneur. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas tadi, sekarang mulai bermunculan start-up yang fokusnya memang ke arah bisnis ramah lingkungan. Bidangnya juga mulai beragam, seperti katering organik, pengolahan sampah sampai dengan kurir ramah lingkungan. Ada ide lain? 

  • Memilih profesi green jobs yang tersedia.

Nah selain berwirausaha, kalian juga bisa berkarir di bidang-bidang green jobs. Sebut saja menjadi teknisi panel surya (solar panel), menjadi seorang urban farmer, bekerja di bidang eco-tourism, menjadi ahli untuk pengembangan panas bumi atau menjadi ahli pengolahan limbah yang juga masih jadi PR besar di Indonesia. Yang jelas bidang green jobs ini tidak terbatas. Dan karena masih relatif baru maka peluangnya juga cukup besar. 

  • Melakukan ekspansi dari profesi yang sudah ditekuni.

Mungkin agak susah buat sebagian orang untuk memulai karir green jobs dari awal atau untuk membuat usaha sendiri. It’s fine. Nggak semua orang harus beralih profesi kok. Tiap profesi bisa berkontribusi pada pelestarian alam. Mulai dari hal kecil seperti menghemat pemakaian kertas dan listrik di kantor, juga mengurangi konsumsi kantong plastik. Selain itu, kita juga bisa melakukan ekspansi dari profesi kita. Misalnya seorang pengacara bisa melakukan advokasi untuk hal-hal yang berhubungan dengan lingkungan. Atau jadi ahli bangunan yang mendesain bangunan hemat energi. There’s a lot of more to do. 

Green Jobs Peluang Kerjanya Anak Muda untuk Indonesia Lebih Bersih
Sektor Potensial untuk Green Jobs

Sebenernya bisa dibilang masa-masa pandemi ini sebagai blessing in disguise.
Siapa sih yang suka dengan adanya pandemi ini? Nope. No one. Tapi…kalau mau lihat bright sidenya kan pemerintah tiap negara punya agenda besar pemerintah pemulihan ekonomi, hal ini bisa momen tepat sih untuk memulihkan ekonomi secara berkelanjutan yang ditopang oleh green jobs. Jadi semacam melakukan reset ulang gitu. Negara-negara Uni-Eropa, Korea Selatan dan Vietnam merupakan contoh negara yang sangat gencar memprioritaskan green economy. Semoga pemerintah Indonesia dapat segera memberikan dukungan secara penuh agar potensi green jobs bisa dimaksimalkan di negara kita. Pasalnya green jobs ini tidak terjadi secara otomatis, tetapi by design sehingga perlu ada mapping yang jelas antara lapangan kerja, jumlah pekerja sekaligus skill set apa saja yang dibutuhkan. 

Gimana? Menarik banget kan peluang green jobs ini di Indonesia? 

Sekarang waktunya kita anak muda yang bergerak bersama untuk masa depan Indonesia. 💪 💪 💪 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top