A Heavy Coffee Drinker

8 Cara Mengatur Keuangan untuk Mewujudkan Hunian Impian

Memiliki hunian pribadi jadi salah satu impian bagi sebagian orang. Tentunya keputusan membeli hunian bukan sekedar perkara mau pakai baju apa hari ini atau mau makan apa nanti siang. Membeli rumah perlu pertimbangan sekaligus persiapan matang, khususnya dalam hal finansial. Pasalnya dana yang disiapkan tidak sedikit, sehingga perlu cara mengatur keuangan yang tepat.

Apakah kamu termasuk tim mencicil hunian atau membeli secara tunai? Apakah kamu tim apartemen atau rumah tapak? Apakah kamu tim membeli rumah baru atau rumah bekas? Preferensi boleh berbeda namun satu persamaannya, semua hal tersebut perlu uang. Karena tidak ada ceritanya beli hunian boleh dibayar separuh uang separuh barter sayur-mayur. Mungkin kamu sudah punya niat untuk beli hunian impian, tapi sayangnya kamu masih blank tentang cara mengatur keuangan. Hm, kira-kira gimana ya caranya?

Berikut bocoran 8 cara mengatur keuangan untuk mewujudkan hunian impian.

1. Melakukan Financial Checkup

Tidak hanya kesehatan saja lho yang perlu diperiksa melalui medical check-up. Kesehatan keuangan kita juga perlu mendapat perhatian yang sama. Sebelum mengaplikasikan cara mengatur keuangan, pemeriksaan kesehatan keuangan alias financial checkup ini perlu dilakukan untuk melihat apakah ada indikasi terjadinya masalah finansial. Buat daftar secara detail aset apa saja yang kita punya, kemudian berapa banyak utang yang dimiliki, hingga melihat apakah arus keuangan kita lancar atau macet. Nanti kita bisa lihat seberapa kemampuan kita dalam membeli hunian.

2. Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran

Baru gajian kok tahu-tahu uangnya habis. Padahal perasaan nggak beli apa-apa. Hayo, banyak kan yang mengalami kejadian ini? Padahal supaya kita tahu kemana perginya uang kita cukup dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan. Sayangnya, tidak semua orang bisa disiplin melakukannya. Supaya mudah kita bisa memanfaatkan aplikasi pencatatan yang tersedia untuk smartphone atau membuat tabel sederhana menggunakan Excel. Nah, ternyata mencatat pemasukan pengeluaran juga merupakan salah satu cara mengatur keuangan. Dengan begini kita tidak perlu lagi bertanya-tanya, ke mana larinya uang kita. Yuk dipraktekkan.

3. Berkomitmen Hidup Hemat

Menerapkan gaya hidup hemat ini juga termasuk susah-susah gampang. Butuh pengendalian dan kesadaran diri yang baik. Dimulai dengan membuat skala prioritas terhadap pengeluaran kita. Nggak semua keinginan itu perlu dituruti lho. Sebagian bisa ditunda dan sebagian lainnya bahkan tidak perlu-perlu amat. Selain itu hidup hemat juga bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana. Misalnya memakai listrik dengan lebih bijak, memasak dan membawa bekal sendiri, tidak gonta-ganti gadget setiap muncul seri terbaru, dan tidak gengsi membeli barang bekas karena tentunya dengan fungsi yang sama harganya bisa lebih murah. Tapi ingat ya, jangan sampai karena terlalu hemat jadi menyiksa diri-sendiri. Masih semangat kan mempelajari cara mengatur keuangan?

4. Memisahkan Rekening Tabungan

Seringkali nih saat kita sedang berusaha menabung, eh saldo tabungannya justru terpakai untuk hal lain. Alhasil saldo tabungannya segitu-gitu aja. Artinya kamu wajib memisahkan antara uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan sebagai salah satu cara mengatur keuangan. Begitu mendapat notifikasi tanda gaji masuk rekening, segera pisahkan porsi uangmu dari rekening utama ke rekening khusus tabungan. Kalau merasa ribet harus transfer manual, kamu juga bisa memanfaatkan fitur autodebet yang biasanya disediakan oleh bank.

5. Menabung Uang Muka

Bank Indonesia (BI) resmi menetapkan kebijakan uang muka atau down payment (DP) 0 rupiah ini sejak pertengahan Februari 2021. Pemberian DP KPR 0 persen ini bisa diberikan oleh bank-bank sesuai ketentuan. Namun umumnya saat hendak membeli hunian kita perlu menyisihkan uang muka sebesar 25 – 30 persen dari total uang yang harus dibayarkan. Jika tertib menerapkan cara mengatur keuangan, bukan hal mustahil mengumpulkan uang muka dengan nominal besar. Meskipun sekarang banyak  yang menawarkan persentase uang muka lebih kecil. Tapi ingat aturannya, semakin kecil uang muka maka semakin besar pula cicilan yang harus dibayar setiap bulannya. Begitupun sebaliknya, jika uang muka kita persentasenya cukup besar maka cicilan kita lebih ringan. Yang penting sesuaikan dengan kemampuan.

6. Mencari Penghasilan Tambahan

Jika kita merasa penghasilan saat ini masih belum mampu memenuhi target tabungan atau ingin memperbesar alokasi tabungan, pilihannya memang mengencangkan ikat pinggang atau memperbesar pendapatan. Jika permintaan naik gaji tidak memungkinkan, saatnya untuk mempertimbangkan penghasilan tambahan. Percuma kan paham cara mengatur keuangan jika uang yang diatur tidak ada. He he. Selain wajib belajar seluk-beluk cara mengatur keuangan, disarankan kamu juga punya keahlian lain. Kamu bisa menawarkan aneka jasa seperti desain, mengajar bahasa asing, menulis, fotografi atau berdagang secara daring. Yuk mulai dari sekarang!

7. Siapkan Dana Tambahan

Saat hendak mengajukan KPR untuk membeli hunian impian, tak hanya uang muka dan uang angsuran bulanan saja yang harus kamu siapkan. Masih ada sejumlah biaya lain yang kadang suka lupa kita perhitungkan. Salah satunya biaya provisi. Selain itu ada juga biaya-biaya seperti pemasangan pagar, renovasi, dan mengisi rumah dengan perabotan. Mulai dari ruang tamu, kamar tidur, ruang makan sampai kamar mandi pasti pengen dong diisi dengan perabotan yang bikin nyaman di rumah. Supaya tidak terlewat, bisa buat daftar perabotan yang hendak kamu beli, lalu beli perlahan-lahan tidak perlu langsung semuanya. Dengan cara mengatur keuangan yang tepat dijamin kamu bisa memenuhi tujuanmu.

8. Minta Dukungan Orang Terdekat

Rupanya support system menjadi salah satu komponen kunci dalam meraih tujuan. Dukungan yang kuat dari orang-orang terdekat bisa menjadi faktor penyemangat kita dalam misi mewujudkan hunian impian. Dukungan ini bisa berasal dari orangtua, saudara, pasangan atau teman-teman dekat. Libatkan mereka dalam rencanamu. Ceritakan keinginanmu, siapa tahu mereka bisa memberikan saran. Misalnya ternyata salah satu sahabatmu punya cara mengatur keuangan yang lebih efektif, kamu bisa mengikuti caranya. Kamu juga bisa meminta mereka mengingatkanmu saat kamu mulai tidak disiplin dengan cara mengatur keuangan pribadimu. Lebih bagus lagi jika bertemu orang dengan misi yang sama, kalian bisa sama-sama berusaha mewujudkan hunian impian masing-masing.

Sambil terus belajar tentang cara mengatur keuangan sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, kamu juga perlu rajin mencari informasi seputar hunian yang kamu inginkan. Jangan sampai menyesal setelah membeli. Karena menyesal datangnya selalu belakangan, kalau di depan namanya pendaftaran. Semangat yuk para pemburu hunian impian!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *